Menjadikan Pare Senikmat Sate

alhamdulillah (1)2“ Pare (sayur) itu pahit rasanya, tetapi masih banyak orang yang mau makan dan menganggap pare itu adalah makanan yang enak. Enak dan tidaknya sesuatu itu tergantung bagaimana kita mensikapinya”.

Kalimat singkat yang disampaikan Mbah Kyai Sofwan Nizhiomi mengawali ceramahnya disela-sela waktu ba’da maghrib hingga Isya itu memiliki makna yang cukup luas. Beliau merujuk pada salah satu ayat dalam QS Al Hijr : 97-99 dimana pada saat itu Nabiyulah Muhammad SAW menerima cacian dan makian dari orang kafir yang semua itu menyesakkan dada Beliau Nabi maka pada ayat 98 disampaikan “maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat)”.

Umumnya kita mengucap Hamdalah ketika mendapatkan nikmat, karunia dari Allah SWT. Sejak kecil pun kita selalu diajarkan untuk senantiasa mengucap Hamdalah sebagai bentuk ungkapan syukur kita. Tidak ada yang salah dan itu Betul!!

Bahkan terdengar aneh ketika ada orang yang mungkin jatuh, berdarah-darah dan patah tangannya lalu dia mengucap “Subhanallah..Alhamdulillah, tanganku patah”. Reaksi spontan yang muncul bisa jadi kita akan berkata dalam hati “Pasti orang ini setengah sadar, tangannya patah berdarah-darah kok Alhamdulillah”.

Jika kita hanya menggunakan bahasa Hamdalah untuk hal-hal yang melulu tentang nikmat, maka sesungguhnya kita sedang membuat sebuah batasan, sedang mempersempit pandangan kita tentang segala yang dianugerahkan oleh Allah SWT baik itu nikmat maupun ujian.

Pada akhirnya ketika ujian yang pahit datang menghampiri, mungkin sejenak kita akan lupa bahkan tidak sama sekali mengucap Alhamdulillah hingga kita larut dengan kesedihan. Seolah beban sebesar gunung sedang berada dipunggung kita.Tetapi jika kita sudah mampu mensikapi segala sesuatu dengan mengucap Alhamdulillah, Insyaallah tidak ada lagi yang namanya “Penderitaan”.

“Hidup akan menjadi sempit karena kita bersyukur pada saat mendapat nikmat saja. Padahal bisa jadi nikmat yang diperoleh berasal dari pahitnya cobaan”.

~Sepahit apapun Pare bisa menjadi senikmat sate, dengan ucapan Alhamdulillah~

 

Zoel Auliya

(Ngrangkum Dawuh e Mbah Yai)

Iklan