Gang Dolly VS Iqro’ dan Pengemis VS Dhuha

IQRA'Empat tahun aku tinggal di kota Surabaya untuk menuntut ilmu, melanjutkan ke jenjang kuliah setelah sukses menyelesaikan SMA.

 

Ada banyak hal yang menjadi ciri khas kota pahlawan ini, salah satunya yang melegenda adalah “Gang Dolly”. Awalnya aku hanya sebatas mendengar cerita dari orang atau teman-teman yang mungkin sudah pernah melihat daerah tersebut. Sesekali ingin membuktikan sendiri tapi tiba-tiba keinginan itu hilang setelah berfikir lagi “Lapo yo blusukan nyang panggonan koyok ngono iku, Naudzubillahi min dzalik”.

 

Gang Dolly dan permasalahan tentang PSK, akhlak, moral yang berdampak pada kondisi kesehatan, perekonomian masyarakat akhir-akhir ini selalu menjadi kontroversi banyak pihak dari berbagai latar belakang bidang ilmu. Agama, kesehatan, sosial, psikologi, ekonomi dan apapun itu. Apa tidak diberantas PSK itu? Apa tidak bisa diminimalkan penularan penyakit akibat PSK (HIV/AIDS) itu? Ditutup saja lokalisasi yang ada, apa tidak bisa!!?? Kalau ditutup bagaimana menyiapkan lapangan pekerjaan untuk mereka itu? Dan ribuan pertanyaan yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membahasnya.

 

Tetapi, ada hal luar biasa yang terjadi setelah aku menyelesaikan kuliah, wisuda dan menunggu seluruh proses administrasi kelulusan selesai, aku sempat menjadi pengumpul data (surveyor) untuk membantu sebuah penelitian Dosen dengan wilayah penelitian meliputi seluruh kecamatan di kota Surabaya. Para surveyor tidak memilih sendiri kecamatan atau daerah pengambilan data, tetapi diundi secara acak oleh Dosen.

 

Kecamatan Sukolilo dan Sawahan, itu wilayah yang harus aku kunjungi untuk pengambilan data dan sekaligus ditetapkan juga Kelurahan mana yang akan di sampling.

 

Sukolilo, daerah itu masih masuk dalam peta memoriku karena berada di wilayah sekitar kampus ITS, tetapi tidak dengan kecamatan Sawahan, Kelurahan Dukuh Kupang dan Putat. “ Iki Suroboyo bagian ngendi Rek?”, tanyaku dalam hati.

Beberapa teman tertawa ketika aku menanyakan daerah itu. “Gang Dollyy..hahaha”, jawab salah seorang anggota tim. Jadi aku benar-benar akan ke tempat ini. Wow!!

Akhirnya akupun menginjakkan kaki di daerah lokalisasi, yang kabarnya adalah lokalisasi terbesar kedua se-Asia Tenggara. Sempat beberapa kali berhenti untuk menanyakan rute menuju kantor kelurahan Putat, karena memang aku belum pernah tau daerah itu. Bahkan ketika aku harus berhenti dan bertanya kepada seorang polisi yang bertugas di pos polisi waktu itu, diapun juga tertawa mendengar aku bertanya kemana arah menuju kelurahan Putat.

“ Tempat prostitusi terbesar, tau nggak?”, katanya sambil tertawa.

“ Iya. Tau Pak !! Gang Dolly”, jawabku

“ Ya disitu itu Kelurahan Putat”, kata Polisi (*edan).

“ Masalah e aku ga ngerti dalan e mrono Pak. Lek aku ngerti, ga katene takon mrene”, kataku.

“ Ooooww..iya..ya.yaa..”.

 

Astaghfirullahal ‘adziim, dalam hatiku, setelah aku benar-benar sampai pada satu jalan besar dimana di kiri kanan jalan itu adalah diskotik, Wisma (Sebutan untuk rumah penjaja PSK) berderet di sepanjang jalan dan gang itu. Ribuan PSK menghuni  lokalisasi tersebut.

Sekitar tiga minggu, setiap hari aku harus mondar mandir melewati daerah itu. Bahkan sampai pada satu hari dimana aku dan teman satu tim ku pulang agak malam. Pemandangan yang kami lihat malam itu sangat luar biasa. PSK dipajang seperti makanan siap beli. Akuarium Hidup, itu istilahnya. Bahkan sempat pula aku ditawari “ Parkir Om…Parkir Om..Silahkan lihat dulu”. HAH Wong Edan!!! Aku disuruh mampir??

Kenapa sampai aku ditawari, itu karena, aku menggunakan kostum preman. Sepatu kets, celana jins longgar, jaket besar, tas ransel, helm full face dan masker. Jadi hanya terlihat mataku saja. Pantaslah jika aku dikira seorang laki-laki yang sedang mencari “mangsa” disitu (Hahahaha…*ngakak sambil pake helm). Itu adalah kostum paling aman untuk blusukan ke sana.

 

Sebuah pelajaran berharga yang selalu kurenungi di serambi masjid yang kusinggahi untuk sholat dan istirahat sejenak di sekitar Gang Dolly. Masih ada masjid disini, masih ada yang bersujud disini. Insyaallah ampunan masih akan hadir disini.

 

Masalah perut, itu intinya. Orang bisa menjual diri untuk harta dengan alasan tidak ada pekerjaan lain, sudah terlanjur atau bahkan ada yang takut dengan mucikari. Yang harus difikirkan adalah bahwa disekitar tempat itu banyak anak-anak kecil yang sedang tumbuh membentuk pribadinya, tetapi setiap hari harus disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa. Secara psikologis pertumbuhan anak-anaak itu bisa saja terganggu.

Sampai satu ketika aku berfikir, bahwa Jawa Timur ini tempatnya orang alim, gudangnya ulama, lima dari 9 orang walisongo ada di Jawa Timur. Tetapi kok bisa tempat seperti ini tumbuh berkembang hingga menjadi icon yang tersohor. Dulu aku sama sekali tidak punya keinginan untuk lewat atau hanya sekedar tahu tempat ini, tapi tiga minggu waktu yang kulewati membuat aku harus merubah sudut pandang. Bahwa orang-orang yang ada di lokalisasi itu, butuh diselamatkan ditengah cacian dan hinaan.

 

Apapun yang ada dihadapanku saat itu, sebuah keinginan tiba-tiba saja terlintas dikepalaku.

Aku pingin ngajari Iqro’ untuk semua PSK di Gang Dolly itu yang merasa dirinya Islam. Dan mungkin ini bisa dilakukan dimana saja ada lokalisasi. IQRO’ adalah ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW melalui Jibril. Memberantas mereka dengan cara keras justru tidak menyelesaikan masalah. Apapun agama mereka, satu hal yang pasti adalah PSK itu pasti punya hati nurani. Dari sudut pandang ku, sebobrok apapun seseorang, Insyaallah bisa disentuh hatinya untuk kembali kepada jalan yang lurus. Kembali kepada agama, paling tidak membuat seseorang takut kepada Tuhan.

 

Lalu bagaimana jika sore belajar Iqro’, belajar alif, ba’, ta’ dan malamnya PSK itu masih “menjual diri”?

“ Mbak, saya mau belajar Iqro’ nya sore aja yaa, karena nanti malem saya musti kejar setoran. Tamu saya banyak lho..”.

“ Iya deh ngga apa-apa. Pokoknya setiap sore kalian semua ngaji Iqro’ dulu yaa”

Itu semua terlintas dalam angan-anganku. Itu mimpiku yang kubalut dengan sebuah doa sederhana untuk mereka yang berada dilokalisasi. Bahwa semoga setiap huruf yang kalian pelajari, akan menjadi sabab musabab hadirnya hidayah dan pertolongan Alloh SWT untuk kalian jika yang kalian cari hanya rizki agar bisa makan, hidup, untuk biaya anak sekolah. Maka Alloh adalah dzat yang Maha Kaya untuk memberimu rizki yang berlimpah.

 

IQRO’  IQRO’  IQRO’….ini mungkin solusi kecil yang mampu keluar dari pikiranku yang sempit dan keterbatasan ilmuku. Touching the heart…

Itu baru tentang Gang Dolly.

 

Belum lama ini kita dikejutkan oleh seorang pengemis yang menyimpan uang hingga mencapai 20 juta lebih. Tidak ada yang salah sebenarnya, ketika ada seseorang yang memiliki banyak uang. Yang menjadi masalah adalah bagaimana dia mendapatkannya.

Pengemis, satu pemandangan yang bisa kita jumpai dimana saja.

Apa yang bermasalah dengan mental masyarakat di negeri kita tercinta ini? Disatu sisi kita melihat banyak orang berjuang keras untuk bekerja dan untuk memperjuangkan orang lain, tetapi di sisi lain banyak kita temui segolongan orang yang hanya mengandalkan meminta-minta dari orang lain untuk bertahan hidup.

 

Yaa Alloh Yaa Rabb, lagi-lagi ini masalah perut. Sungguh orang fakir miskin yang bersabar, itu mulia. Mereka menilai dirinya fakir miskin yang harus dikasihani karena tidak mendapatkan pekerjaan dan harus bertahan hidup.

Tapi tidak seperti ini harusnya!!!

Wahai saudaraku para pengemis, bolehkan aku meminta??

Bagaimana jika sebelum kalian semua berangkat mengemis, meminta belas kasihan orang lain, mohonlah belas kasihan kepada Dzat yang menciptakan manusia. IYA! Sholat Dhuha dulu yuuk. Belum ada kan pengemis yang sholat dhuha dahulu sebelum berangkat mengemis??

 

Dan saksikan bahwa Alloh SWT itu dzat yang Maha Kaya yang tidak akan berkurang sifat KeMaha-anNya sedikitpun andai engkau sekalian meminta berlian sebesar gunung.

Ingin rasanya aku datang ke tempat perkumpulan pengemis dan mengajak semuanya sholat Dhuha dahulu sebelum berangkat mengemis. Mungkin satu tahun kemudian pengemis itu akan menjadi juragan-juragan, tentunya atas izin Alloh SWT.

 

 

~Zoel Auliya~

“Sebuah asa, cita-cita dan mimpi untuk mengenalkan kepada semua, bahwa Alloh SWT itu ArRozzaq dan AlGhoniy, Maha Memberi Rizki dan Maha Kaya”.

Iklan

2 responses to “Gang Dolly VS Iqro’ dan Pengemis VS Dhuha

  1. Jadi… Akhirnya mampir gang itu juga ya mbak.. Hehehe.. Meskipun terpaksa karena aturan surveyor g boleh milih.. Hehehe… Aku juga pernah.. Tapi di mobil..terpaksa lewat juga.. Karena mengunjungi rumah teman kantor yang sedang hajatan.. Dan jalan menuju rumahnya lewat situ.. Hy saja siang hari.. Jadi tidak menemukan apa yg smpyn katakan..

    • Iyo Ning..satu tim karo Erika…ngelus dada, istighfar ga karu2an. Luar biasa apa yang ada dihadapan mata..
      Bahkan kita sempat kesasar lewat makam kembang kuning, yang juga digunakan sebagai tempat prostitusi. Bayangin aja, makam dipakai untuk prostitusi.

      Pelajaran berharga sebelum meninggalkan Surabaya dan hijrah ke Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s