“Contonen Kanjeng Nabi Muhammad”

jejak-langkah-kakiMemperhatikan dan mengikuti berita perjuangan teman-teman yang sedang mencari pekerjaan, atau bahkan yang sedang berada jauh di negeri orang, tiba-tiba teringat masa-masa setelah menyelesaikan kuliah dan Ijazah pun telah resmi saya terima. Nama saya ditambahi embel-embel hasil perjuangan “mangan sekolahan”

Iseng-iseng mencoba keberuntungan nasib dengan memassukkan beberapa dokumen lamaran kerja ke beberapa rumah sakit dan akademi ilmu kesehatan di Kediri. Dengan doa mantab penuh harap untuk dipanggil wawancara.

Satu bulan terlewati tanpa ada kabar apapun. Tidak ada satupun yang menghubungi saya.

Tentu tidak patah semangat, saya mencoba mencari informasi adanya rekrutmen pegawai atau apapun itu.

Hmm…tapi lagi-lagi tidak ada kabar bagus untuk saya.

Sampai lah pada satu moment duduk di meja makan. Moment belajar tentang hidup dan kehidupan bagi saya dan adik-adik adalah di meja makan bersama Bapak dan Ibu. Karena disitu kami makan nasi dan menelan nasihat serta wejangan orang tua…

Zoel : Kok ga ada yang memanggil aku untuk wawancara yaa? Rumah sakit, Akper, Stikes sudah menerima berkas lamaranku..

Bapak : “Kanjeng Nabi ngono lahir nyang Makkah, tapi perjuangan e nyang Makkah dimusuhi terus karo kafir Quraisy. Arep dipateni barang. Akhir e Kanjeng Nabi hijrah nyang Madinah” (Kanjeng Nabi itu lahir di Makkah, tetapi perjuangan beliau di Makkah terus mendapat perlawanan dari kaum kafir Quraisy. Bahkan pernah hampir dibunuh. Akhirnya Beliau Kanjeng Nabi Hijrah ke Madinah)

Sambil terus menyendok nasi dipiring, saya dan kami yang ada di meja mendengar Bapak bercerita.

Bapak : “Lek pingin sukses, contonen Kanjeng Nabi. Hijrah adoh teko dalem e. Nyang Madinah Kanjeng Nabi disambut dengan suka cita. Delok en..wong sing sukses mencari rizki roto-roto adoh teko omah e. Seumpomo ono wong sing sukses nyang omah e, paling cuma pirang wong”. (Kalau ingin sukses, contohlah Kanjeng Nabi. Beliau Hijrah jauh dari tempat kelahirannya. Di Madinah, Nabi disambut dengan suka cita. Lihatlah Nak…orang-orang yang sukses mencari rizki rata-rata jauh dari rumahnya. Andaikata pun ada yang sukses dikampungnya, maka itu hanya beberapa orang saja).

Pada akhirnya langkahku pun jauuh dari rumah..mengembara seperti para leluhurku mengembara, berjalan dari pesisir pantai Gresik hingga sampai ke kampungku saat ini.. Menjadi pendatang dan membangun peradaban. Mengabdikan diri mengamalkan ilmu..Mungkin jalan rizki saya tidak Allah takdirkan berada disekitar rumah. Jadi saya harus melangkah..

Pelajaran demi pelajaran saya dapat dalam setiap langkah. Sebuah pelajaran berarti bagi saya bahwa dalam setiap perjalanan panjang anak manusia, untuk belajar tentang hidup dan kehidupan maka rumah kecilnya adalah tujuan yang selalu dirindukan untuk melepas segala penat.

Perjalanan dan perjuangan panjang harus dilalui, untuk mendewasakan diri dan membentuk pribadi menjadi lebih bijak, lebih bersyukur atas setiap anugerah dalam kehidupan dan lebih memahami tujuan langkah kehidupannya.

~Zoel Auliya~

Iklan

2 responses to ““Contonen Kanjeng Nabi Muhammad”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s