Jelang Ramadhan

Bulan suci ramadhan akan segera menyapa kita kembali. Dia dinantikan oleh hamba yang selalu haus akan tetesan kasih sayang Tuhannya, akan derasnya aliran rahmat, ampunan dan berkah dari Tuhannya. Tapi ramadhan mungkin tidak disukai bagi segelintir orang yang terlalu sibuk melalaikan dirinya akan kuasa Tuhannya. Adakah yang seperti itu?

 

Pasti ada!

 

Yup!! Disudut-sudut bumi yang terkadang tidak terlalu jauh dari diri kita sendiri dan selamat mencarinya jika kalian ingin mencarinya.

 

Disetiap awal sya’ban menjelang seluruh persiapan menjelang ramadhan harus segera terselesaikan. Siap-seiap beli baju lebaran, oleh-oleh lebaran dan semua bingkisan yang harus disiapkan. Hehehe..itulah ritual yang harus dibereskan. Karena, jika tidak dibereskan maka ramadhan akan terlewatkan dengan kesibukan milih-milih baju untuk persiapan lebaran.

 

Hmmm..ada yang selalu kunanti dalam setiap ramadhan menjelang. Kejutan-kejutan kecil dari Allah yang terkadang membuatku tak henti berfikir karena nalarku yang sangat terbatas dibandingkan dengan sifat KeMaha-annya yang tanpa batas.

 

Ramadhan tahun lalu kupenuhi dengan doa yang hanya Allah dan aku yang tahu isi doaku. Berharap kerling keajaiban akan mempesonaku. Dan ternyata kejutan itu datang di hari keenam syawal. Kecelakaan motor yang membuat tangan kiriku patah dan kepalaku harus dijahit karena robek. Tak henti menghela nafas panjang untuk hadiah terindah darinya itu.

 

Saat ini jantungku sedang berdetak tak teratur karena aku berharp ada kejutan lagi darinya. Apa ya…apa yaa kira-kira kejutan dari Allah untuk tahun ini..

 

Sejenak aku terdiam untuk merenung dan menyadarkan diriku, bahwa tugasku hanya berikhtiyar sebaik-baiknya, berusaha dengan seluruh kemampuan yang ada, bertawakal dan pasrah. Hanya itu.

 

Bukan hak ku untuk mendikteNYA agar memberiku ini itu dimana Dia lebih tahu hal yang terindah untuk ku. Iyaa !! Dia lebih tahu.

 

 

Atas setiap kelemahanku dalam berusaha,

Atas setiap kekuranganku dalam menghamba,

Atas setiap ketidak sempurnaan dalam kepsrahan,

Atas setiap keluh kesah dalam harapan,

 

Ini diriku wahai Dzat yang Maha Segala,

MenujuMu dengan segala cacat cela

MenantiMu dipenghujung kelam malam

MengharapMu melimpahkan keberkahan untuk seluruh alam.

 

Izinkan kujelang Ramadhan dengan hati lapang

Beriku kekuatan untuk menerjang halang rintang yang menghadang

Izinkan kutatap cahya temaram malam seribu bulan

Hingga tiba saat terkabulnya setiap doa dan harapan.

 

Izinkan kujelang Ramadhan dengan berucap

Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban

Yaa Syahru Romadhon

 

Terlantun doa

Allahumma baariklana

Fii rajaba

Wa Sya’bana

Wa balighna Ramadhan

 

 

~Zoel Auliya~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s