Setiap Yang Datang Bisa Kembali Kapanpun

Jika egkau pergi melangkahkan kakimu dari satu tempat ke tempat lain, maka engkaupun boleh kembali kapanpun yang engkau mau. Jika dibaca rasanya itu hanya sebuah kalimat sederhana.

Tapi ini bukan soal jalan-jalan, melancong, pergi ke pasar, ke sekolah, bekerja atau yang lainnya. Namun ini tentang sebuah ketetapan Tuhan yang bernama kematian.

Dia menakutkan bagi sebagian orang tetapi sangat dinanti bagi sebagian lainnya. Kita selalu menasehati orang lain untuk bersabar dan ikhlas menyambut kematian, tetapi ketika kita berada pada kondisi yang sama terkadang kita tidak bisa menghadapi juga.

Ibarat sebuah pohon kelapa yang sedang berbuah, maka buah kelapa bisa jatuh kapanpun. Terkadang dia jatuh ketika masih sangat muda, kadang jatuh dengan kondisi busuk karena dimakan tupai, kadang dia jatuh sudah dalam keadaan masak dan siap untuk dijadikan santan. Demikian juga cerita kehidupan manusia.

Hari ini seorang bayi yang baru saja dilahirkan hanya bertahan dalam hitungan jam, lalu dia meninggal. Kemarin seorang mantan pejabat meninggal diusia yang cukup tua, 97 tahun. Beberapa waktu lalu dalam sebuah berita ada seseorang yang memecahkan rekor meninggal dengan usia lebih dari 100 tahun. Lain waktu ada seorang muda belia harus mengakhiri hidupnya dengan terjun dari gedung tinggi hanya karena patah hati.

Menurut kalian, apakah ada yang janggal dengan kondisi diatas?

TIDAK!

Kondisi itu adalah bagian dari caraNYA menunjukkan betapa agung dan berkuasanya DIA. Yang berkehendak apapun pada hal apapun. Kita tidak mungkin menolak atau menghindari kondisi tersebut. Itulah hidup yang merupakan serpihan kecil mozaik kehidupan yang tak dapat kita prediksi hasil akhirnya.

Hanya saja terkadang kita tidak siap untuk menerima kondisi yang terbaik untuk kita itu. Semua tergantung bagaimana sudut pandang kita.

Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk bersiap atas semuanya.

Hanya menyadarkan diri kita bahwa bumi yang kita pijak saat ini hanya persinggahan. Hidup dan kehidupan adalah ladang luas bagi diri kita untuk berjuang mengumpulkan banyak bekal hingga sampai pada titik dimana kita akan kembali. Sebagai rangkaian dari perjalanan panjang menuju kehidupan sejati.

~Zoel Auliya~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s