Karena Aku Mencitaimu (bahwa hidup adalah cobaan)

Pohon kecil itu beranjak menjauhi bumi

Tinggi menjulang tak hendak layu

Seolah ingin mendekap erat mentari

Ditengah padang dihembus sang bayu

Terkadang patah ranting dan dedaunan

 

Karang itu tak gentar oleh debur ombak

Dengan laju datang menghentak

Yang coba tuk goyahkan tapak kokoh

Menerjang kuat, membuat roboh

Terkadang pecah menjadi serpihan kecil

 

Begitulan Sang Maha memberi teladan

Bahwa hidup harus berjuang

Saat ini boleh tertawa riang

Sejenak lalu sedu sedan tak terelakkan

Terkadang raga tak mampu menahan

 

Tak perlu meratap dengan tangis merana

Tak usah berduka dengan luka menganga

Karena Tuhan tahu engkau istimewa

Karena Tuhan tahu engkau layak dicinta

 

Lembut suaraNYA akan menyapa hamba

Yang terus menjulang diterpa badai

Yang kokoh berdiri menahan terjang ombak di pantai

Yang tersenyum indah dalam rona luka

 

BisikNYA kepada sang pemuja, jangan terluka dengan caraKU

Membuatmu layak dibarisan kekasih teristimewa

Melewatkanmu pada liku celah coba

Karena AKU mencintaimu..

 

 

~Zoel Auliya~

Iklan

Jelang Ramadhan

Bulan suci ramadhan akan segera menyapa kita kembali. Dia dinantikan oleh hamba yang selalu haus akan tetesan kasih sayang Tuhannya, akan derasnya aliran rahmat, ampunan dan berkah dari Tuhannya. Tapi ramadhan mungkin tidak disukai bagi segelintir orang yang terlalu sibuk melalaikan dirinya akan kuasa Tuhannya. Adakah yang seperti itu?

 

Pasti ada!

 

Yup!! Disudut-sudut bumi yang terkadang tidak terlalu jauh dari diri kita sendiri dan selamat mencarinya jika kalian ingin mencarinya.

 

Disetiap awal sya’ban menjelang seluruh persiapan menjelang ramadhan harus segera terselesaikan. Siap-seiap beli baju lebaran, oleh-oleh lebaran dan semua bingkisan yang harus disiapkan. Hehehe..itulah ritual yang harus dibereskan. Karena, jika tidak dibereskan maka ramadhan akan terlewatkan dengan kesibukan milih-milih baju untuk persiapan lebaran.

 

Hmmm..ada yang selalu kunanti dalam setiap ramadhan menjelang. Kejutan-kejutan kecil dari Allah yang terkadang membuatku tak henti berfikir karena nalarku yang sangat terbatas dibandingkan dengan sifat KeMaha-annya yang tanpa batas.

 

Ramadhan tahun lalu kupenuhi dengan doa yang hanya Allah dan aku yang tahu isi doaku. Berharap kerling keajaiban akan mempesonaku. Dan ternyata kejutan itu datang di hari keenam syawal. Kecelakaan motor yang membuat tangan kiriku patah dan kepalaku harus dijahit karena robek. Tak henti menghela nafas panjang untuk hadiah terindah darinya itu.

 

Saat ini jantungku sedang berdetak tak teratur karena aku berharp ada kejutan lagi darinya. Apa ya…apa yaa kira-kira kejutan dari Allah untuk tahun ini..

 

Sejenak aku terdiam untuk merenung dan menyadarkan diriku, bahwa tugasku hanya berikhtiyar sebaik-baiknya, berusaha dengan seluruh kemampuan yang ada, bertawakal dan pasrah. Hanya itu.

 

Bukan hak ku untuk mendikteNYA agar memberiku ini itu dimana Dia lebih tahu hal yang terindah untuk ku. Iyaa !! Dia lebih tahu.

 

 

Atas setiap kelemahanku dalam berusaha,

Atas setiap kekuranganku dalam menghamba,

Atas setiap ketidak sempurnaan dalam kepsrahan,

Atas setiap keluh kesah dalam harapan,

 

Ini diriku wahai Dzat yang Maha Segala,

MenujuMu dengan segala cacat cela

MenantiMu dipenghujung kelam malam

MengharapMu melimpahkan keberkahan untuk seluruh alam.

 

Izinkan kujelang Ramadhan dengan hati lapang

Beriku kekuatan untuk menerjang halang rintang yang menghadang

Izinkan kutatap cahya temaram malam seribu bulan

Hingga tiba saat terkabulnya setiap doa dan harapan.

 

Izinkan kujelang Ramadhan dengan berucap

Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban

Yaa Syahru Romadhon

 

Terlantun doa

Allahumma baariklana

Fii rajaba

Wa Sya’bana

Wa balighna Ramadhan

 

 

~Zoel Auliya~

Setiap Yang Datang Bisa Kembali Kapanpun

Jika egkau pergi melangkahkan kakimu dari satu tempat ke tempat lain, maka engkaupun boleh kembali kapanpun yang engkau mau. Jika dibaca rasanya itu hanya sebuah kalimat sederhana.

Tapi ini bukan soal jalan-jalan, melancong, pergi ke pasar, ke sekolah, bekerja atau yang lainnya. Namun ini tentang sebuah ketetapan Tuhan yang bernama kematian.

Dia menakutkan bagi sebagian orang tetapi sangat dinanti bagi sebagian lainnya. Kita selalu menasehati orang lain untuk bersabar dan ikhlas menyambut kematian, tetapi ketika kita berada pada kondisi yang sama terkadang kita tidak bisa menghadapi juga.

Ibarat sebuah pohon kelapa yang sedang berbuah, maka buah kelapa bisa jatuh kapanpun. Terkadang dia jatuh ketika masih sangat muda, kadang jatuh dengan kondisi busuk karena dimakan tupai, kadang dia jatuh sudah dalam keadaan masak dan siap untuk dijadikan santan. Demikian juga cerita kehidupan manusia.

Hari ini seorang bayi yang baru saja dilahirkan hanya bertahan dalam hitungan jam, lalu dia meninggal. Kemarin seorang mantan pejabat meninggal diusia yang cukup tua, 97 tahun. Beberapa waktu lalu dalam sebuah berita ada seseorang yang memecahkan rekor meninggal dengan usia lebih dari 100 tahun. Lain waktu ada seorang muda belia harus mengakhiri hidupnya dengan terjun dari gedung tinggi hanya karena patah hati.

Menurut kalian, apakah ada yang janggal dengan kondisi diatas?

TIDAK!

Kondisi itu adalah bagian dari caraNYA menunjukkan betapa agung dan berkuasanya DIA. Yang berkehendak apapun pada hal apapun. Kita tidak mungkin menolak atau menghindari kondisi tersebut. Itulah hidup yang merupakan serpihan kecil mozaik kehidupan yang tak dapat kita prediksi hasil akhirnya.

Hanya saja terkadang kita tidak siap untuk menerima kondisi yang terbaik untuk kita itu. Semua tergantung bagaimana sudut pandang kita.

Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk bersiap atas semuanya.

Hanya menyadarkan diri kita bahwa bumi yang kita pijak saat ini hanya persinggahan. Hidup dan kehidupan adalah ladang luas bagi diri kita untuk berjuang mengumpulkan banyak bekal hingga sampai pada titik dimana kita akan kembali. Sebagai rangkaian dari perjalanan panjang menuju kehidupan sejati.

~Zoel Auliya~