Sepucuk Surat

Teruntuk ananda, putra putriku…

Sesaat aku menatap wajahku dalam beningnya cermin yang telah hampir separuh usiaku tergantung didinding rumah. Rambutku mulai dipenuhi uban, kumis dan jenggot yang dulu kubanggakan kini telah bercampur warna..hitam dan putih.

Ya Allah,, serasa usiaku sudah hampir dipenghujung. Kini tinggal menunggu saat engkau mengirim utusanmu untuk menjemputku.
Sesungguhnya aku ingin berjalan menghampirimu tanpa beban dibahuku..hanya menujumu dan menujumu..

Tetapi ketika kutatap wajah-wajah indah putra-putriku, serasa tak ingin melepaskan dekapanku atas mereka. Inginku mendampingi langkahnya hingga mereka kokoh berdiri dengan kedua kakinya untuk menapaki langkah melanjutkan perjuanganku.

Wahai putra-putriku, elok paras dan pribadimu semoga menjadi rona penghias dalam kehidupanmu. Bekal ilmu yang tertanam di hatimu semoga menjadi lentera dalam stiap langkahmu. Ketahuilah, bahwa tubuh renta ini tak akan mampu berdampingan selamanya dengan raga kalian.

Tahukan kalian, aku merindukan pribadi-pribadi tangguh yang akan mendampingimu menapaki jalan menuju ujung perjuangan. Kalian adalah bagian dari ragaku dan pendampingmu adalah bagian dari jiwamu. Utuh menyatu dalam naungan ridhonya.

Inginku…Inginku segera bertemu dengan kepingan-kepingan jiwa kalian untuk berbagi nasehat, berbagi kekuatan dan berbagi doa. Agar ketika kedua tangan dan pandanganku tak dapat menjangkau lagi, masih ada yang menjaga kalian.

Disudut temaram rumah mungil ini, aku tak henti merintih. Menyampaikan untaian munajatku kepada Sang Pemilik kehidupan sejati. Serasa kesabaran ini sudah sampai ditapal batas. Tetapi Engkau merangkai kehidupan yang terkadang tak seindah harapanku, namun yang aku tahu semua ini tidaklah sepahit yang aku cemaskan. KasihMU berhias tetes air mata dan tawa.

Lirih kuucap permohonanku di
Robbana Hab Lana Min Azwajina Wa Dzurriyatina Qurrota A’yun, Waj’alna Lilmuttaqina Imamaa

`Zoel Auliya~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s