Penjual Jagung Rebus

Sore ini jadwal beli gallon isi ulang, tapi sepertinya kali ini bukan hari keberuntunganku. Bapak-bapak pengantar gallonnya lagi keluar. “Besok saja telpon lagi”, begitu pesan suara dibalik telpon.

Akhirnya aku harus jalan ke warung di dekat kos untuk beli air minum kemasan, sementara menunggu esok hari galonnya diantar. Di samping masjid aku lihat seorang abang penjual jagung rebus sedang duduk dibawah pohon sambil menunduk. Biasanya di samping masjid berjajar penjual-penjual makanan, tapi malam itu semua tidak ada. Hanya tukang jagung rebus yang tumben mampir di ujung jalan itu.

Aku sempat melirik tukang jagung itu. Nggak tega juga melihatnya. Dia sedang berusaha mengumpulkan rupiah demi rupiah keuntungan untuk dibawa pulang. Untuk keluarga di rumah.

Aku beranikan mendekat untuk membeli. Walaupun aku yakin tuh jagung rebus pasti keras dan nggak begitu enak dimakan.
“ Jagungnya berapa, Pak?”, tanyaku.
“ 2500 Neng”.
Setelah kulihat sisa uang yang ada di genggamanku hanya ada 2000 rupiah.
“2500 ya Pak?”
“Iya”, kata Si Bapak.
“Beli satu aja, pilihan yang muda ya Pak. Tapi uangnya kurang 500, saya ambil 500 nya dulu ya Pak”, pesanku ke tukang jagung.
“Ya udah, ambil aja Neng. 2000 nggak apa-apa”, kata si bapak.

Nyengir juga aku dalam hati. Niat dalam hati membeli jagung karena kasihan, supaya si tukang jagung bisa menambah pundit-pundi keuntungan si tukang jagung rebus, eeehh malah aku yang dikasihani sama tukang jagung. Sepertinya tampangku terlihat jauh lebih pantas dikasihani…hehehe.

`Zoel Auliya~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s