Nongkrong.com


Ini di sawah milik pak direktur, waktu acara perpisahan beliau.


Nyengir di candi borobudur…


Numpang keren di pantai losari, makassar.


Bersama sapinya cimori..hihihi


dibawah patung jerapahpun, aku masih sempat nongkrong..

~Zoel Auliya~

Iklan

Im The Winner Bro !!

Hari ini semoga menjadi awal yang baik bagiku.
Dengan gayaku yang sak karepku dewe, ga bisa diatur oleh siapapun
Tapi masih ada sedikit yang tersisa dan menjadi ciri khas ku

Aku sang Qori’

Alhamdulillahirobbil ‘alamin..
Hari ini aku jadi juara 1 lomba qiroat tingkat kecamatan..
Bravooooo!!!!

Doain ya bro,,aku bisa mewakili kecamatan dan menang di kabupaten..
Dan semoga aku bisa berlaga sampai ke MTQ nasional.
Amin 9999999999999 x Ya Alloh Amiin

“Gus Wan”

Menjadi Yang Engkau Harap

Ketika kita sedang dikejar-kejar oleh penagih hutang atas setumpuk hutang kita yang belum lunas terbayar, apakah yang kita harapkan?

Ketika dada kita terasa sesak atas masalah-masalah yang datang silih berganti, apakah yang kita harapkan?

Ketika kita berada dalam keadaan terpojok atas segenap fitnah yang menimpa diri kita, apakah yang kita harapkan?

Ketika perut kita terasa sangat lapar, seharian tak ada sesuap makanan pun yang dapat kita telan, hanya seteguk air yang membasahi tenggorokan, apakah yang kita harapkan?

Tentunya kita berharap hutang-hutang kita terlunasi.
Tentunya kita berharap masalah-masalah kita terselesaikan dan happy ending
Tentunya kita berharap tidak pernah ada himpitan dan fitnah yang mendera kehidupan.
Tentunya kita berharap hidup berkecukupan, tak merasakan lapar karena tak ada stok makanan didapur.

Wahai kawan, semua penyelesaian atas setiap masalah yang terjadi dalam hidup kita bukanlah hal mustahil terjadi.
Sesekali ketika engkau dirundung masalah yang seolah tanpa ada jalan keluar,
cobalah menjadi pelunas hutang saudara kita yang lain walau kita sedang terhimpit hutang,
cobalah menjadi seseorang yang bijak ketika saudara kita yang lain datang dan mengadu akan masalahnya walau kitapun tak menemukan jalan keluar atas masalah kita,
cobalah membantu saudara kita yang sedang terhimpit walau kitapu terhimpit,
cobalah memberi makan kepada saudara kita yang sedang lapar walau kita pun lapar.

Dan saksikan bahwa pertolongan Alloh akan datang kepadamu dari arah yang tak terduga ketika engkau mencoba memposisikan dirimu menjadi sesuatu yang tak terduga bagi saudaramu yang lain…

~Zoel Auliya~

Topi ala Gus Wan

Setelah aku melihat foto-fotoku dengan berbagai gaya, ternyata aku menemukan beberapa foto dengan gaya topi yang berbeda-beda.

Selamat menikmati gayaku dengan topi-topiku ya brow…


Topi Gaya Meneer Belanda.
Ini topi punya bapakku yang biasa dipakai kalo ada event sepeda santai. Bapak pakai topi ini dengan baju batik lurik, sepeda tuanya dan sepatu boat. Aku pun mencoba memakainya dengan sepeda unyilku..

Topi Loreng.
Dengan gaya topi loreng milik pak tentara, aku ambil senapan laras panjang, tiaraaaapp dan siap menembak si “ai” (red: panggilan kucing dlm kamus bahasaku).

Topi CD (hihihi)
Dulu aku lebih suka memakai CD ku dikepala daripada aku pakai pada keadaan yang semestinya. Memakai celana dalam awalnya adalah hal yang terasa aneh, jadi aku memakai sesukaku..mau tak biari, mau tak pakai dikepala, ato ga tak pake sama sekali (ra kathokan)..hihihi

Topi Pak Haji.
Kalau pakai topi dan jubah ini, aku sudah serasa seperti mbah Kyai.
Siapa tahu nanti aku beneran jadi mbah Yai..Amin..
Sekedar diinfokan kepada semua, aku adalah seorang qori’ lho brow..ga percaya kan??? Gaya boleh korak (red: punk) tapi aku seorang qori’

Songkok.
Inilah gaya ustadz Guntur bledhek yang sedang berdoa arep ngusir setan.. Tuh lihat,,setan e ada disebelah ku (mbak A’at) Siapapun yang berani macem-macem karo aku, tak sebul mbun-mbunane..fuuuhh..cuuih..cuiih
hohoho..

Topi Pak Tani
Topi ini biasanya dipakai bapak ku kalo ke sawah dan cuaca cukup panas, jadi bisa melindungi dari silaunya sinar matahari.


Topi koboi
Topi ini sebenarnya lebih mirip dengan topinya tukang becak…hehehehe.
Tapi dulu aku suka sekali pakai topi ini, sambil bergaya ngakak…
ha.ha..haaaaaaa…

Panci ne Ibuku
Rasanya segala bentuk topi sudah mampir di kepalaku, termasuk pancinya ibuku yang biasa dipakai untuk masak. Ditambah cabai merah besar yang digantung di kuping panci..
aku benar-benar koyok koki dengan seragam persik mania

“Gus Wan”

Pulanglah Nak…

Siang itu aku mendapat info, kalau aku harus segera menyerahkan pas foto untuk memproses paspor.
Aku sudah berniat, setelah pulang kantor aku harus ke studio foto FIP terdekat.Setelah semua beres, aku berjalan menuju shelter busway terdekat dari FIP.

Seorang kakek tua menghampiriku seraya bertanya
” Arion itu ada di sebelah mana ya, Nak? “.
Dengan jawaban pasti aku menjelaskan bahwa alamat yang dicari si kakek tidak jauh lagi dari shelter busway itu.
Aku terkejut, karena dia hendak berjalan menuju arion….

What!!! arion masih berjarak 5 KM dari tempat aku bertemu kakek itu.
Akhirnya ku ajak si kakek naik busway.

Dalam waktu yang singkat, sembari menunggu si busway datang si kakek becerita, bahwa dia datang dari jawa timur, dia sudah berjalan mulai dari daerah Cengkareng, menuju daerah Tanah abang dan sampailah dia di matraman, tempat kami bertemu. Dia mencari anaknya yang sudah satu tahun tanpa kabar berita. Kabar terakhir yang ditertima kakek itu dan istrinya, sang anak beketrja di daerah Cengkareng..
Tapi si kakek tidak berhasil menemukan anaknya, walaupun dia sudah menyusuri tempat-tempat yang menurut informasi si anak ada disana. Dia ingin memenui anaknya karena istri si kakek (ibu si anak) sekarang telah meninggal karena sakit, menahan rindu kepada sang anak yang bekerja di Jakarta, dan tanpa ada kabar berita..

Dengan tatapan kosong dan dengan nada lemas, seolah ingin menyampaiakn bahwa dia putus asa, si kakek memutuskan untuk pulang ke jawa timur. Usahanya untuk mencari anaknya dan menyampaikan kabar bahwa ibunya telah meninggal tidak berhasil…

Fiiuuhhh…pertemuan yang singkat dengan kakek itu, membuat ku belajar banyak hal sebagai seorang anak.

Kerinduan dan kasih sayangnya terhadap sang anak membuatnya kuat menyusuri panasnya kota jakarta dengan berjalan kaki…seolah dalam hati kecilnya dia berkata lirih…

Pulanglah, Nak….Ibumu telah meninggal….
Dia menahan segenap kerinduannya padamu..Hingga maut menjemputnya..

~Zoel Auliya~
Kisah di shelter Matraman, Mei 2010

Siapakah??
Yang hari ini sudah seminggu belum menelpon ayahnya
Yang hari ini sudah sebulan belum mengunjungi ayahnya
Yang hari ini suda berbulan-bulan belum mengunjungi ayahnya