Lapor Kanjeng Nabi…

Isro’ Mi’roj adalah peristiwa yang menjadi tonggak dasar perintah sholat untuk seluruh umat Rosul Muhammad SAW.
Kemarin aku sengaja menikmati peringatan Isro’ Mi’roj dengan gaya khas ala zulfa.
Pergi ke masjid, sholat, dan baca Al Quran.
Tujuanku adalah masjid At Tin.
Jam 11.30 aku sudah sampai disana, alhamdulilah dapat 1 Juz hingga adzan dhuhur berkumandang. Aku lihat di lantai dasar ada acara resepsi pernikahan.

Semoga Alloh mengampuni dosa-dosa segenap umat Rasululloh Muhammad SAW..yang tampak dihadapan mataku saat itu adalah betapa sepinya barisan jamaah di masjid sebesar ini, padahal tamu undangan di acara resepsi banyak sekali
Apalagi barisan jamaah wanita.. Masyaalloh…sepiiiiiii
Foto ini aku ambil sesaat menjelang iqomat..Walaupun di tangga sudah dipasang gambar NO CAMERA, aku tetep curi-curi kesempatan untuk ambil gambar.

Duh Gusti Kanjeng Nabi…
Engkau sebaik-baik ciptaan, AlQuranul Kariim adalah akhlakmu yang agung

Zulfa melapor, tataplah kami segenap umatmu yang pada hari ini dalam peringatan isro’ mi’roj, masjidnya sepiiii..
Hanya ada beberapa pengunjung yang mungkin mampir untuk menyempatkan sholat.

Pantaskah kami berucap…
Isyfa’lana Ya Khoirol Anam??
Isyfa’lana Ya Habibana

Masih aku lanjutkan acaraku hingga sholat ashar menjelang.

Duh Gusti Alloh..
Malah makin sepiiiii yang sholat…
Malah ada ibu-ibu yang sholat pake celana jins dan kaos oblong.

Apa maksudnya menghadap Rabbnya dengan gaya seperti ini??
Nalarku sudah bener-bener ga nyampai kalau mikir yang model begini..

Jadi teringat dalam sebuah kesempatan tausiahnya, Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan pendapat, bahwa beliau akan menjual masjid yang sepi dengan jamaah.
Apakah masjid sebesar At Tin akan dijual juga? Jika melihat kondisi nyata seperti dalam gambar-gambar yang aku ambil.

Semoga Alloh SWT mengampuni segenap dosa umat kekasihNYA Muhammad, atas segala kelalaian yang entah dalam kesengajaan atau tidak.

~Zoel Auliya~
Sebuah Renungan dalam Peringatan Isro’ Mi’roj
29 Juni 2011

KHOTIBAH vs KHITOBAH

Assalamualaikum, Brow..
Ada aja yang mau aku ceritakan kali ini.

Pulang dari pondok, seperti biasa langsung nylonong ke rumah tanpa uluk salam..santri ndableg..

Bu’,, di pondok ada lomba khotibah. Aku ditunjuk lho, aku sampaikan berita dari pondok ke Ibuku.

Khotibah?? Khosidah maksud e ??, tanya Ibu.

Bukan!! Khotibah..khotibah..Pidato itu lho, Ibu benar-benar membuatku emosi.

Wahahahahaha..
Kali ini Bapak dan Ibu tertawa berjamaah lagi.
Apa yang salah dengan kata-kataku???

Bukan khotibah, tapi khitobah, kata Bapak.
Iya itu maksudku, hehehe.

Besoknya aku cerita juga sama Mbakyuku, yang punya blog aneh ini.
Dengan semangat aku cerita juga sama Mbak Ul, aku ikut khotibah.
Apa?
Khosidah?? Nyanyi lagu opo Dik Thole?? siapa yang nglatih?, tanya mbak Ul.
KHOTIBAH..KHOTIBAH!!! aku teriak dengan kenceng. Pidato itu lho..

Huuffttt.. benar-benar susah mengucapkan satu kata rancu itu.
yang ceramah kalo jumat itu namanya pak khotib, tapi kok judulnya khitobah..
Khotibah..khitobah…khosidah???

“Gus Wan” (Photoku keren tho??)

ARISAN

Liburan kali itu, harus kunikmati dengan aktifitas di Jakarta. Tumben sekali aku ga pulang kampong..hehehe.

Bandung, aku menujumu.
Kuhabiskan waktu bersilaturahmi dengan teman-teman yang sudah cukup lama tak bersua. Menuju bandung dengan argo parahyangan,,the first experience melihat bandung dari dalam kereta. Cantik juga.

Hawa sejuk bandung, membuat kangen pulang setelah jengah dengan suasana Jakarta yang selalu membuatku menutup hidung dengan saputangan kemanapun aku pergi.

Arisan.
Hari itu teman yang aku kunjungi sedang menghadiri perhelatan ibu-ibu yang berjudul arisan.
Aku lebih suka menerjemahkannya dengan : ACARA IBU-IBU RASAN-RASAN, alias menggosip.

Dengan berbagai backgroudn pendidikan dan pekerjaan, para ibu-ibu muda yang rata-rata memiliki balita itu berkumpul dengan satu tujuan, sharing informasi.
Dandanan setengah menor dengan gaya hedonis yang tak terlupakan.

Kemana para suami-suami mereka ya?
Kayaknya daripada ngumpul-ngumpul trus berlanjut ke ngomongin hal-hal yang tidak bermanfaat, apa tidak lebih baik ngaji aja yach??
Berhubung bosen melihatnya, aku tinggal pergi. Sambil jalan di Ciwalk, sambil berfikir kesana kemari, sebenarnya perlu difikirkan lagi, hobi para ibu-ibu yang suka ngumpul-ngumpul dengan judul arisan. Apakah lebih banyak manfaatnya atau lebih banyak madhorotnya.
Atau apa karena aku yang ga begitu suka dengan hal-hal seperti itu ya???

~Zoel Auliya~