Kisah tentang Kesabaran dan Keikhlasan

Ceritaku kali ini mungkin hanya akan menghadirkan cuplikan-cuplikan adegan kehidupan yang kutemui dalam langkahku menapaki bumi Ilahi. Namun, segenap kisah ini membuatku belajar dan belajar banyak hal tentang pendar cahaya kehidupan yang beraneka rupa.

Dan satu hal yang mungkin harus diketahui, bahwa kisah itu saat ini masih terjadi. jika satu saat nanti aku mendapat ending dari kisah itu, akan kuceritakan kepada dunia.

Pendar cahaya tentang kisah seorang anak perempuan yang rela tetap berada dirumah menepis segenap asa dan cita demi untuk mengabdikan diri untuk sang Ibu. Walaupun dia telah menyelesaikan kuliahnya dan seharusnya dia mampu mengembangkan kariernya sesuai dengan bidang ilmu yang dia tekuni, namun dia memilih untuk mengikhlaskan dirinya bekerja apa adanya agar dapat tetap berada di rumah dan bisa merawat Ibundanya. Saudaraku, mungkin apa yang kau kerjakan tidaklah nampak keren dalam tatap mata duniawi, tetapi baktimu kepada ibumu akan membawamu kepada syurga Rabb mu kelak. Kesabaran dan keikhlasan hatimu menawanku.

Pendar cahaya tentang perjuangan seorang anak gadis untuk menutup auratnya. Namun yang terjadi adalah, ayahnya keras menolak keputusan sang anak. Ayah merasa anaknya sudah salah mengambil keputusan dan tidaklah penting harus mengenakan jilbab setiap saat.” Cukuplah kau kenakan jilbabmu pada moment-moment tertentu saja, Nak” kata ayah. Serasa hancur hati sang gadis. Ayah yang diharapkannya mendukung setiap langkahnya menuju ketaatan dalam berbakti kepada Allah, justru meremehkan dan menentang langkahnya. Dua tahun tak terasa terlewati langkah berat perjuangannya untuk membuka hati sang ayah yang tak kunjung luluh. Berharap Allah yang maha Lembut melembutkan hati sang ayah, berharap Allah yang maha pemberi hidayah membuka hati ayahnya. Namun hingga saat ini, sang ayah tetap bersikeras bahwa langkah anaknya adalah salah.
Saudaraku, tiap tetes air matamu dalam kesabaran dan keikhlasanmu insyaallah membuat segenap malaikat di langit terpesona. Terkadang jalan menuju kebaikan sangatlah curam dan penuh liku. Mungkin Allah sedang menyapamu dengan segenap caranya yang terkadang tak dapat terbaca oleh indera kita, Dia sedang menyiapkan dirimu untuk menjadi layak dimuliakan.

Adalah pendar cahaya tentang perjuangan seorang anak yang harus kehilangan rumah yang telah diamanahkan kepadanya. Dalam cita-citanya mengemban amanah mulia itu dia bertekad untuk tidak menggunakan rumah tersebut untuk kepentingannya sendiri. Niat dihatinya adalah menjadikan rumah tersebut sebagai panti asuhan untuk anak-anak yatim piatu agar pahala amal shaleh tetap terlimpah kepada sang pemberi amanah. Namun sepertinya Allah berkehendak lain, semua menjadi hancur karena ada yang merebut amanahnya.
Hmmm…, saudaraku….mungkin cita-citamu belumlah hancur, hanya sesaat tertunda. Allah sang Maha menatap dan maha mendengar telah mendengar niat muliamu. Ikhlaskan semua, dan bersiaplah untuk menyambut saat dimana akan kau dapat apa yang kau cita-citakan. Fainsyaalah…

Tunggu pendar-pendar cahaya berikutnya ya….
tobe continued

Zoel Auliya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s